May 2016
S M T W T F S
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31 1 2 3 4

logo e-sakip kab karimun

logo indonesia RITransparansi Keuangan PublikRadio Canggai Putri

 

logo e-sakip kab karimun

Translate Bahasa

Login Form



Feed syndication

Indeks Berita Kabupaten Karimun

Sebanyak 128 orang calon jemaah haji (CJH) Kabupaten Karimun yang akan berangkat menunaikan ibadah haji pada tahun 2016 ini. Untuk keberangkatannyake tanah suci dilaksanakan pada Agutus mendatang.

Bupati Karimun, Aunur Rafiq mengatakan, jumlah CJH sebenarnya tahun ini 131 orang. Namun ada 2 orang diantaranya yang sudah haji.

"Terhadap dua orang tersebut dikeluarkan dulu. Apabila nanti ada kekosongan kouta, baru mereka bisa dimasukan namanya (prioritas). Kemudian ada 1 orang jemaah cadangan," terangnya didampingi KaKemenag Karimun, Afrizal ditemui di Masjid Agung Karimun, Sabtu (5/3/2016).

Rafiq juga menyampaikan, belum diketahui CJH Kabupaten Karimun masuk dalam kloter berapa. Karena sampai saat ini belum ada penetapan kloter.

"Yang jelas CJH masuk dalam kloter satu pada tanggal 8 Agutus nanti sudah masuk ke asrama di Batam, Provinsi Kepri. Setelah itu baru diberangkatkan ke tanah suci," ucapnya.

Untuk memantapkan sebelum berangkat ke tanah suci, para CJH diberikan  bimbingan dan pembakalan manasik haji yang diselenggarakkan Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kabupaten Karimun, di Gedung Darun Nadwah Masjid Agung Karimun.

"Dengan mengikuti manasik haji, CJH kita dapat memahami tentang tujuan utama keberangkatan ke tanah suci. Sehingga pulang ke tanah air, menjadi haji mabrur," pinta Rafiq mengakhiri.(An)

Bupati Karimun, Aunur Rafiq membuka bimbingan dan pembakalan manasik haji yang diselenggarakkan Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kabupaten Karimun, di Gedung Darun Nadwah Masjid Agung Karimun, Sabtu (5/3/2016).

Dalam sambutannya pada kegiatan berlangsung dua hari ini Rafiq mengatakan, selain memberikan pemahaman tentang tujuan utama keberangkatan ke tanah suci, juga sangat bermanfaat.

Karena lanjutnya, setelah melaksanakan manasik haji, calon jamaah haji (CJH) akan dapat memahami hal-hal apa saja yang harus dilakukan pada saat melakukan ibadah haji nantinya. Maka dari CJH yang menjadi peserta, harus mengikuti dan memahami manasik haji yang diberikan.

"Manasik haji sangat perlu dan jangan disepelekan.  Menunaikan ibadah haji ke tanah suci, jangan ada rasa takut dan bimbang," ujar Rafiq.

Sementara itu Ketua IPHI Kab Karimun, Haris Fadillah menyampaikan peserta dalam manasik tahun ini berjumlah 78 orang berasal dari dua belas kecamatan di Kabupaten Karimun. Untuk narasumber yang dihadirkan dari IPHI dan Kantor Kementerian Agama Karimun.

"Materi pada manasik haji ini diantaranya peragaan pelaksanaan ibadah haji, melakukan praktik tawaf, sa’i, wukuf, lempar jumrah dan prosesi ibadah lainnya dengan kondisi yang dibuat mirip dengan keadaan di tanah suci," terangnya.

Dalam pembukaan manasik haji yang diselenggarakan IPHI Karimun itu juga hadir Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karimun,Drs. H. Afrizal.

Kamis (3/3/2016), Bupati Karimun, Aunur Rafiq mengakui amanah yang diemban Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Karimun yang baru dilantik yakni Indra Santo memang berat.

Pasalnya memasuki usia 17 tahun Kabupaten Karimun, permasalahan ketersedian pasokan air bersih ke masyarakat belum mampu sepenuhnya dituntaskan.

Setiap musim panas melanda Karimun, pasokan air bersih pelanggan kerap kali terkendala.

Bahkan Rafiq mengaku malu dengan status Karimun yang sering digembar-gemborkan berbatasan langsung dengan dua negara maju yakni Singapura dan Malaysia tapi air tidak ada.

"Terkadang kita malu juga, katanya dekat dengan Singapura dan Malaysia tapi setiap musim panas datang, air tak ada," kata Rafiq usai melantik Dirut BUMD Kepelabuhanan dan Direktur PDAM Tirta Karimun di Gedung Nasional Karimun.

Meski begitu, Bupati juga menyebutkan PDAM Tirta Karimun akan menerima kucuran dana subsidi dari APBD Karimun 2016 sebesar Rp 7 miliar plus Rp 30 miliar dari Satuan Kerja Kementerian Pekerjaan Umum dalam bentuk proyek normalisasi waduk di Desa Pongkar, Kecamatan Tebing.

"Sedianya dari APBD Karimun sebesar Rp 15 miliar tapi karena lagi defisit, kami berikan separuh sekitar Rp 7 miliar," imbuhnya.

Bupati Karimun juga meminta Indra Susanto usai dilantik segera mengajukan permohonan pembentukan Badan Pengawas agar tidak terjadi ketimpangan dalam pekerjaan.

"Saat ini tinggal PDAM yang belum ada Badan Pengawasnya, yang lain sudah, BUP sudah, BPR Karimun juga sudah," terangnya.

Indra Susanto ditetapkan dan dilantik sebagai Direktur PDAM Tirta Karimun berdasarkan SK Bupati Karimun Nomor 177, tertanggal 2 Maret 2016. Pria asal Kundur itu akan menjabat selama empat tahun, 2016-2020.

Sementara itu Dirut BUMD Kepelabuhanan Karimun, Indrawan Susanto dilantik berdasarkan SK Bupati Karimun Nomor 176, tertanggal 2 Maret 2016. Pria kelahiran Meral itu akan menjabat selama lima tahun, 2016-2021.

Selain Indra Susanto dan Indrawan Susanto, dua Dewan Pengawas BUMD Kepelabuhanan Karimun juga turut dilantik yakni Jamaluddin dan Toyo Wijoyo. Keduanya dilantik berdasarkan SK Bupati Karimun Nomor 4, tertanggal 5 Januari 2016.(An)

More Articles...