HUT KEPRI ke 12

Transparansi Keuangan PublikRadio Canggai Putri

Translate Bahasa

Login Form



Feed syndication

Info Humas

Indeks Berita Kabupaten Karimun

Bupati Karimun Galau Lihat Nelayan Miskin

KAB-KARIMUN.GO.ID - Bupati Karimun, Nurdin Basirun sedih melihat nelayan di Karimun masih banyak yang hidup dibawah garis kemiskinan.

Harusnya, sebagai daerah maritim yang mayoritas penduduknya hidup sebagai nelayan, kehidupan nelayan bisa lebih sejahtera. Namun, nyatanya kehidupan nelayan semakin terpuruk.

Menurut Nurdin, untuk mengubah kehidupan nelayan  maka yang pertama harus dirubah itu adalah pola pikir mereka, yang selama ini bergantung dengan hasil alam sebagai nelayan tangkap, pelan-pelan diganti dengan nelayan budidaya. Kalaupun masih sebagai nelayan tangkap, bukanlah dengan cara tradisional lagi melainkan nelayan yang modern.

Agar penghasilan sebagai nelayan lebih meningkat lagi, kata Nurdin, nelayan tidak hanya menangkap ikan semata, melainkan juga harus bisa bisa membudidayakan dan mengolah rumput laut. Apalagi, perairan Karimun seperti di Moro masih bagus dimanfaatkan sebagai daerah pembudidaya rumput laut dan budidaya ikan.

"Terus terang saya sedih melihat kehidupan masyarakat nelayan kita di Karimun ini. Mereka tetap saja hidup dibawah garis kemiskinan. Untuk merubahnya harus merubah pola pikir mereka. Dari nelayan tangkap menjadi nelayan budidaya. Kalaupun masih tangkap, maka mereka harus menggunakan peralatan yang modern, tahu dengan navigasi dan baca peta," kata Nurdin,  kemarin.

Dikatakan, nelayan harus terus belajar dan mengasah kemampuan mereka. Jika sebelumnya masih menggunakan dayung, maka nelayan harus mulai belajar mengenal mesin.

"Jadi, kalaupun pemerintah memberikan bantuan mesin, sementara nelayan sendiri tidak tahu cara menghidupkan mesin kan percuma juga diberi bantuan," tuturnya.

Nurdin juga menghimbau kepada nelayan agar bisa memenej penghasilan mereka dari hasil melaut. Jika pada saat hasil tangkapan besar, maka sebagian dari pendapatannya bisa ditabung. Tujuannya, agar ketika masa tangkapan berkurang atau pada saat cuaca buruk dan nelayan tidak melaut maka tabungan itu bisa diambil untuk kebutuhan keluarga.

Dirinya juga meminta, kalau dapat nelayan bukan hanya menangkap ikan semata, melainkan juga bisa menjual kembali hasil tangkapan tersebut. "Cobalah lihat, nelayan kita kalau melaut pakai baju sobek, sementara yang jual ikan bisa pakai mobil mercy. Mana yang bagus menangkap ikan dariapada jual ikan," ungkap Nurdin.

"Nelayan sekarang bukan hanya harus pandai menangkap ikan saja, tapi juga harus bisa memenej hasil tangkapan tersebut. Memang kalau sekali jual bisa banyak yang dapat. Tapi alangkah baiknya hasil tangkapan itu bisa disimpan dulu. Disinilah fungsinya tempat pengolahan ikan. Dengan begitu, maka hasil tangkap tidak langsung habis saat itu juga," tandasnya

Nurdin Basirun Sindir Kesehatan di Pulau Karimun Anak

KAB-KARIMUN.GO.ID - Bupati Karimun Nurdin Basirun, belum lama ini (24/11) lalu melakukan kunjungan kerja ke Pulau Karimun Anak yang terletak di depan Pulau Karimun Besar. Pulau yang termasuk bagian dari pulau terdepan Indonesia, masuk dalam wilayah Desa Pongkar, Kecamatan Tebing tersebut dihuni sebanyak 9 kepala keluarga (KK).

Saat Bupati bertandang ke Pulau Karimun Anak, ternyata disana sudah ada beberapa petugas medis dan paramedis dari Puskesmas Tebing yang tengah melakukan pengecekan kesehatan dan pengobatan rutin kepada warga asli yang sudah mendiami kawasan tersebut sejak puluhan tahun silam.

Bupati Nurdin datang persis disaat petugas kesehatan dari Puskesmas Tebing tengah mengecek kesehatan Abu, tokoh masyarakat di Pulau Karimun Anak itu. Pemeriksaan terhadap Abu dan warga Karimun Anak dilaksanakan diatas rumah panggung ukuran sekitar 3X3 meter. Bupati ikut nimbrung diatas rumah panggung itu.

Saat itu, Nurdin meminta kepada salah seorang petugas kesehatan untuk memeriksakan tekanan darahnya. Pelan-pelan petugas kesehatan itu memasangkan alat pengecek tensi darah.

"Tensi darah bapak 130 per 70. Lumayan untuk orang tua seumuran Bapak. Tidak tinggi dan tidak rendah," kata petugas kesehatan itu.

Mendengar jawaban itu Nurdin langsung menimpali, "Saya bukan tua, melainkan masih muda sama seperti kalian semua. Jadi, jangan bilang saya tua. Berarti tensi darah tadi tidak cocok ya dengan orang seumuran saya," ungkap Nurdin tersenyum dengan nada berseloroh, yang hadir pun ikut tertawa renyah.

Kepada petugas kesehatan Puskesmas Tebing, Nurdin mempertanyakan berapa kali mereka turun mengecek kondisi kesehatan warga di Pulau Karimun Anak. Salah seorang petugas menjawab kalau dari Puskesmas Tebing satu kali sebulan. Namun, ada bidan desa yang bertugas di Desa Pongkar secara rutin mengontrol kesehatan warga disana.

Mendengar jawaban itu, Nurdin meminta agar petugas kesehatan lebih sering turun ke Karimun Anak. Kalau sebelumnya hanya satu kali sebulan, maka ke depannya lebih ditingkatkan lagi minimal dua kali sebulan.  Menurutnya, dengan kondisi yang ada sekarang sangat sulit bagi warga yang tinggal di Pulau Karimun Anak untuk pergi berobat ke Puskesmas Tebing atau ke Puskesdes Pongkar.

"Makanya, saya meminta agar petugas kesehatan untuk lebih memperhatikan warga yang tinggal di pulau seperti ini dengan lebih sering turun kesini," pungkasnya

Puluhan Satpam Ikuti Pelatihan

KAB-KARIMUN.GO.ID - 53 satpam ikut kegiatan pendidikan dan pelatihan Satpam Gada Pratama diselenggarakan Disnaker Kabupaten Karimun bekerjasama dengan Polda Kepri yang terdiri dari anggota Gada Peratama sebanyak 30 orang dan diikuti perwakilan kecamatan masing-masing  sebanyak 23 orang.
Kegiatan ini bertujuan untuk menunjang sumberdaya manusia satpam dalam bertugas.
Rufindy Alamsjah, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Kabupaten Karimun, acara ini diadakan bertujuan untuk membangun karakter satpam guna meningkatkan sumber daya menusia yang berkualitas, mandiri dan siap pakai, mampu mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh sehingga dapat meningkatkan taraf hidup seluruh peserta pada masa yang akan datang.

"Kami berharap dengan adanya kegiatan seperti ini bisa memberikan dampak positif khususnya bagi para satpam dan umumnya bagi masyarakat Kabupaten Karimun, untuk meningkatkan SDM yang berkualitas, mandiri dan siap pakai. Untuk peserta sendiri sebanyak 53 peserta, 30 dari Gada Pratama dan 23 lagi dari utusan masyararakt dari berbagai kecamatan se Kabupaten Karimun. Untuk pendanaan dari APBD-P tahun anggaran 2013," tutur Rufindy.

Kegiatan yang mereka lakukan ini aku Rufindy juga berdasarkan UUD nomor 2 tahun 2012 tentang kepolisian republik indonesia, UUD nomor 13 tahun 2003 tentang ketenaga kerjaan, peraturan pemerintah RI nomor 13 tahun 2006, peraturan Kapolri nomor 24 tahun 2007 dan surat keputusan kepala dinas tenaga kerja.

Dalam acara ini instruktur dari Kapolda Kepri. AKBP Edy Suryanto Sp Msi Kasubdit Satpam Polsus Polda Kepri mengaku, kegiatan ini sudah dua kali diselenggarakan di Kepulauan Riau pertama kali diadakan di Bintan dan ke depannya Edy berharap akan menjadi sebuah program rutinitas. Sedangkan untuk saat ini peserta yang mereka rangkul masih dibatasi jumlahnya, sebab dengan kondisi anggaran kegiatan yang masih tidak memungkinkan.

More Articles...